A Cup of Moka (ACOM) Webinar untuk UMKM: Bisnis Ritel Fashion Kami. Hadapi Pandemi dan Bentuk Strategi Baru dengan Teknologi Online

0
33
Bisnis Ritel Fashion Kami. Pertahankan Cashflow Positif Di Masa Pandemi Dengan Mengandalkan Teknologi Online
Bisnis Ritel Fashion Kami. Pertahankan Cashflow Positif Di Masa Pandemi Dengan Mengandalkan Teknologi Online

Jakarta, 28 Juli 2020 – Moka, startup kasir digital di Indonesia bersama dengan bisnis ritel fesyen Kami. berbagi strategi kepada UMKM untuk melek literasi digital guna bangkit dari pandemi dan mempersiapkan masa transisi melalui webinar interaktif di acara wadah edukasi UMKM, A Cup of Moka (ACOM). Acara yang diikuti oleh para pelaku UMKM ini menjadi sarana bagi para peserta untuk berdiskusi secara langsung dengan pegiat usaha berpengalaman dan pelaku startup teknologi.
Kami. merupakan merek fashion lokal Indonesia yang menyediakan pakaian modis untuk wanita, telah beroperasi sejak tahun 2009 hingga kini memiliki 15 butik yang tersebar dari Aceh hingga Samarinda. Kami. dikenal oleh masyarakat dengan produknya yang fokus mengeluarkan modest wear hingga menjajakan kreativitas produknya ke Singapura dan Malaysia.
Pandemi COVID-19 membuat perubahan perilaku konsumen yang meninggalkan keputusan sulit bagi bisnis yang bergantung pada aktivitas keseharian orang untuk bertumbuh. Dibutuhkan strategi baru, inovasi, dan yang terpenting, dibutuhkan mental berani dan kegigihan untuk bisa bertahan. Berdasarkan data internal Moka, dipaparkan data penurunan pendapatan mencapai lebih dari 40% pada outlet-outlet bisnis yang sebagian besar adalah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terhitung Maret 2020. Namun saat ini, beberapa UMKM telah menunjukkan resiliensi terhadap kondisi ini dan beradaptasi dengan strategi masing-masing. Karan Doeana, Head of Product Marketing Moka menjelaskan literasi dan pengaplikasian teknologi digital kini sudah menjadi keharusan dari UMKM untuk dapat beradaptasi. “Memasuki kondisi shifting ini, bisnis dihadapkan pada pilihan untuk melebarkan channel secara digital, baik untuk penjualan maupun operasionalnya. Diharapkan kedepannya tidak hanya bertahan, namun bisnis juga dapat terus bertumbuh dan berinovasi,” paparnya.
Istafiana Candarini, co-founder Kami. berbagi cerita mengenai adaptasi yang dibentuk untuk tetap mengembangkan bisnis ritel di kala pandemi dan transisi periode baru. Dengan usahanya, bisnis Kami. mampu bertahan dengan baik dan menghindari pemberhentian kerja karyawan serta mempertahankan cash flow positif. Sejak adanya pandemi, pelanggan cenderung memilih berbelanja melalui platform online melalui website Kami. Hal ini sedikit banyak berpengaruh terhadap bisnis, salah satunya adalah distribusi stok yang harus lebih banyak dialokasikan ke website (online). Selain itu, jika dilihat secara keseluruhan pola perilaku pelanggan pada umumnya cenderung mengalami perubahan yakni mengurangi konsumsi pembelanjaan dan memprioritaskan untuk belanja kebutuhan primer.
Perubahan aktivitas pemasaran menuju online Dengan perpindahan pola perilaku pelanggan menjadi online based, maka tiap butik Kami. rutin mengadakan live shopping di platform sosial media instagram. Dengan demikian, pelanggan dapat melihat koleksi yg tersedia di butik secara virtual tanpa harus datang ke butik, dengan melakukan transaksi penjualan secara online melalui customer service di setiap cabang.
Aktifkan promo berbagi Di awal pandemi, Kami. juga mengajak pelanggan untuk berbagi. “Kami memberikan free ongkir untuk area Jadetabek, menggunakan layanan same-day delivery dari ojek online. Harapannya, program ini dapat membantu para driver untuk mendapatkan orderan lebih di tengah pandemi,” jelasnya. Selain itu, pelanggan juga otomatis mendonasikan sebesar Rp15.000 dari setiap pembelanjaan untuk disalurkan melalui lembaga penerima donasi Dompet Dhuafa untuk para dhuafa yang kesulitan mencari pendapatan.
Transformasi di sistem operasional Istafiana menjelaskan, salah satu kendala yang dihadapi dalam perubahan kanal bisnis mayoritas ke online ini adalah distribusi produk ke cabang. “Dengan menggunakan bantuan sistem POS digital dari Moka, kami dapat membantu tim pusat dalam memantau penjualan dan juga keadaan stok real time di cabang,” paparnya.
Sebagai penutup, Istafiana menyampaikan pesan bagi para pemilik usaha yang sedang mengalami hal yang sama di kondisi seperti ini, untuk tidak terlambat dalam mengambil langkah ke depan dalam menghadapi kemungkinan pandemi yang akan berdampak pada penjualan.
***
Tentang Moka:
Di Moka, menjalankan usaha bisa dilakukan dengan mudah. Dengan melihat kebutuhan UKM dan juga pelaku bisnis lainnya, Moka menyediakan end-to-end solutions yang dapat digunakan untuk menunjang pelaku bisnis baik dari meningkatkan penjualan, sampai dengan meningkatkan skala bisnis. Dipercaya oleh lebih dari 40.000 bisnis pada lebih dari 200 kota dan kabupaten di Indonesia. Moka menyediakan aplikasi Point of Sale (POS) dengan berbagai fitur yang memudahkan pelaku bisnis, serta berbagai macam produk yang mendukung kemudahan bisnis seperti Moka Mobile Payment, Moka Capital, Moka Fresh dan Moka Apps
Berdiri di tahun 2014, Moka didirikan oleh Haryanto Tanjo dan Grady Laksmono. Haryanto Tanjo menjalani pendidikan magister bisnis (MBA) di UCLA Anderson saat Grady Laksmono meniti karir sebagai software engineer di Zynga. Berbagi visi yang sama untuk memberikan solusi teknologi kepada Usaha Kecil dan Menengah (UKM), mereka kembali ke Indonesia untuk memulai Moka.
Moka juga memberikan kesempatan bagi pelaku bisnis dari segala tahapan, mulai dari UKM hingga enterprise besar, untuk dapat menjalankan bisnisnya dari manapun, dan kapanpun. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman www.mokapos.com
Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:
Riris Amaliyah Public Relations Moka publicrelations@mokapos.com – 081290359193

BACA JUGA:  Tren Busana Muslimah Remaja yang Gaul dan Trendy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here